Festival Duan Wu

Festival Duan Wu
“端午节” (duān wǔ jié) dirayakan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan lunar. Orang Tionghoa merayakan festival ini dengan mengadakan perlombaan perahu naga dan makan bakcang.

Sebutan Lain Festival Duan Wu
端午节
“端” (duān) artinya adalah awal, dengan demikian “端五” artinya adalah tanggal 5 pada awal bulan (初五). Berdasarkan penanggalan lunar, bulan 5 juga disebut “午月”, sehingga istilah “端五” berangsur-angsur berubah menjadi “端午”.
重午节
“午” adalah satu bagian dari 12 Batang Langit (地支). Bulan 5 penanggalan lunar juga disebut “午月”, karena “五” dengan “午” adalah huruf yang sebunyi,sehingga disebut “重午节” atau “重五节”. Beberapa daerah juga menyebutnya “五月节”.
龙舟节
Perlombaan perahu naga merupakan satu kegiatan utama saat perayaan Festival Duan Wu. Kegiatan ini berkembang pesat di Tiongkok selatan, khususnya Guangdong. Masyarakat di sana menyebutnya “扒龙舟”, sehingga umum disebut “龙舟节”.
浴兰节
仲夏 terdiri dari kata “仲” (kedua) dan“夏”(musim panas). Bulan kedua musim panas adalah masanya penyakit kulit mewabah dengan hebat, sehingga orang-orang dahulu mencegahnya dengan mandi air rebusan Lan Cao (兰草汤). Karena itu, Festival Duan Wu dikenal sebagai Festival Yu Lan (Festival Mandi Air Lan Cao).
解粽节
Saat masyarakat kuno memakan bakcang, mereka suka membandingkan siapa yang memiliki daun pembungkusnya paling panjang, dengan demikian Festival Duan Wu dikenal sebagai Festival Jie Zong.
Selain sebutan di atas, Festival Duan Wu juga disebut “端阳节”、“当五汛”、“中天节”、“女儿节”、“端礼节”、“菖蒲节”, dan sebutan lainnya.
Sejarah Festival Duan Wu


Dalam masyarakat, terdapat banyak versi mengenai asal-usul festival ini. Satu versi yang terkenal adalah cerita mengenai pengorbanan seorang patriot dari negara Chu (楚) benarma Qu Yuan (屈原).
Menurut Kitab Shi Ji (史记), Qu Yuan adalah seorang pejabat dan pujangga pada Masa Chunqiu (春秋). Beliau menganjurkan kebijakan kepada raja untuk bekerjasama dengan negara Qi menyerang negara Qin, tetapi kebijakannya ditantang oleh kaum bangsawan yang menyebabkan dirinya dipecat dan diasingkan ke daerah Xiang. Di tempat pengasingannya, beliau menuliskan beberapa puisi yang mengekspresikan kekhawatirannya akan negara dan rakyat, seperti Li Sao (离骚), Tian Wen (天问), Jiu Ge (九歌). Tahun 278 SM, pasukan Qin menginvansi negara Chu dan berhasil merebut ibukota. Qu Yuan merasa sangat sedih, tepat pada tanggal 5 bulan 5, beliau menulis puisi dengan judul Huai Sha (怀沙). Setelah itu, beliau memutuskan mengakhiri hidupnya dengan memeluk sebuah batu besar dan melompat ke dalam Sungai Miluo Jiang (汨罗江) demi kecintaan dan kesetian kepada negara Chu.
Mendapat kabar kematian Qu Yuan, rakyat negara Chu berbondong-bondong menuju ke sungai untuk mencari jasad beliau, bahkan banyak nelayan yang mendayung perahu naga sambil melemparkan nasi dan makanan lainnya ke sungai untuk mencegah ikan dan binatang air lainnya tidak memakan jasad Qu Yuan. Seorang tabib juga menuangkan arak ke dalam sungai untuk memabukkan binatang-binatang air, kemudian disusul oleh masyarakat dengan melemparkan bungkusan nasi yang diikat ke dalam sungai. Demikianlah sekilas asal usul sejarah Festival Duan Wu untuk mengenang Qu Yuan.
Ilustrasi: Google Images
Dibaca 3032x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2022 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)