Idiom

    按图索骥

    Pada zaman Chunqiu, di Negara Qin terdapat seorang piawai mengenai kuda, bernama Bo Le. Bo Le sangat alih dalam menentukan mana yang merupakan kuda teji.

    螳螂捕蝉

    Suatu hari, Raja Wu memutuskan untuk menyerang Negara Chu. Sang Raja kemudian berkata kepada menteri-menteri yang mengelilinginya: “Keputusanku ini sudah bulat. Siapa yang berani menghalangiku, akan kuhukum mati.”

    对症下药

    Pada akhir masa Dinasti Han Timur, hidup seorang tabib tekenal bernama Hua Tuo. Beliau banyak menolong orang, teknik pengobatanya sungguh luar biasa.

    闭门思过

    Han Yanshou adalah seorang pejabat terkenal pada zaman Dinasti Han Barat, sebagai seorang pejabat, ia sangat menjunjung tinggi ritual dan tatakrama. Beliau pun menerapkan sistem pengajaran untuk mengubah moralitas rakyatnya.

    朝三暮四

    Pada zaman Chunqiu, di negara Song, terdapat seorang peternak kera. Si peternak sangat menyukai kera, ia memelihara sekawanan kera di rumahnya.

    邯郸学步

    Pemuda Shouling ini merupakan orang yang berada, yang tidak perlu mengkhawatirkan sandang dan pangan. Berdasarkan penampilannya, ia termasuk orang yang berekonomi menengah ke atas, namun ia tidak memiliki kepercayaan diri. Ia sering merasakan dirinya lebih rendah dari orang lain.

    对牛弹琴

    Suatu hari, dia membawa guqin berjalan-jalan di persawahan yang terletak di pinggiran kota. Angin sepoi-sepoi dan sinar matahari yang hangat membuatnya sangat bahagia. Dia pun memandang ke segala penjuru dan melihat seekor lembu sedang memakan rumput di kejauhan.

    自相矛盾

    Zaman dahulu di Negara Chu, terdapat seorang pedagang senjata. Pedagang ini menjual menjual tombak dan perisai di pasar. Pada saat orang-orang menghampirinya, dia segera mengangkat perisai dan dengan pongahnya berteriak: ”Perisai yang aku jual adalah perisai yang paling bagus di dunia.

    鹬蚌相争

    Suatu hari, Su Dai dari Negera Yan pergi berunding dengan Negara Zhao. Dalam perjalanan melintasi tepi sungai, ia melihat seekor kerang sedang berjemur skulitnya. Tiba-tiba, seekor burung menyambar dan menjulurkan paruhnya mematuk daging kerang tersebut.

    打草惊蛇

    Seorang bupati pada masa Dinasti Tang, Wang Lu adalah orang yang tamak akan harta sehingga dalam kehidupannya sehari-hari, ia pun sering merebut uang dari rakyat. Bawahannya juga berubah seperti majikannya, setiap saat merebut apa yang dimiliki orang rakyat.

    画龙点睛

    Pada zaman Dinasti Liang, terdapat seorang pelukis tersohor bernama Zhang Sengyao. Ketika itu, Kaisar Liang Wudi mengundangnya untuk melukis naga pada tembok vihara yang beliau bangun.

    盲人摸象

    Suatu hari, terdapat empat orang buta sedang duduk di bawah pohon rindang. Sesaat kemudian, lewatlah seorang yang sedang menuntun gajah, sambil berteriak: ”Gajah lewat! Gajah lewat! Tolong beri jalan!”

    塞翁失马

    Suatu hari, saat melihat kuda sang kakek berlari melewati perbatasan, tetangganya segera datang mengabarkan kepada sang kakek bahwa kudanya yang terbaik telah hilang, sambil mengiburnya supaya tidak terlalu bersedih hati.

    刻舟求剑

    Pada zaman negera-negara berperang, ada seorang dari negara Chu naik perahu menyeberangi sungai. Pada saat perahu sampai di pertengahan, karena ketidakwaspadaan sehingga pedang pusaka yang dibawanya jatuh ke dalam sungai.

    愚公移山

    Dahulu kala ada seorang kakek dipanggil Kakek Pandir. Di depan pintu rumahnya terdapat dua gugus gunung yang tinggi, yaitu Gunung Taihang dan Gunung Wangwu. Karena menghalangi pintu, beliau harus berjalan memutar untuk keluar masuk.

    掩耳盗铃

    Dahulu kala ada seorang pencuri, saat melihat sebuah lonceng di depan pintu maka timbullah niat untuk mencurinya. Satu masalah yang dihadapi, lonceng tersebut terlalu besar dan berat, dia tidak sanggup membawanya pergi.

    狐假虎威

    Dalam hutan belantara, macan adalah hewan yang paling garang, beliau dijuluki ’Raja Hutan’. Setiap hari macan akan memangsa hewan lain. Suatu hari, macan kelaparan dan mencari makanan ke mana-mana. Dia berjalan

    坐井观天

    Seekor kodok tinggal di dasar sumur, selamanya tidak pernah pergi ke luar. Suatu hari seekor burung terbang masuk ke dalam sumur. Si kodok bertanya: ”Kamu datang dari mana?”

    井底之蛙

    Seekor kodok tinggal di dasar sumur. Suatu hari dia bertemu dengan seekor kura-kura di tepi sumur. Si kodok dengan bangganya berkata kepada kura-kura: ”Lihat, betapa bahagianya aku tinggal di sini! Kalau lagi senang, aku akan

    守株待兔

    Zaman dahulu, ada seorang petani yang sedang bekerja di ladang, tiba-tiba seekor kelinci berlari keluar dari semak belukar dan menabrakkan diri ke pohon sehingga mati terjatuh.

    亡羊补牢

    Zaman dahulu, ada seorang gembala yang berternak sekawanan kambing. Suatu pagi, saat hendak pergi menggembala kambing, dia menyadari kambingnya berkurang satu ekor. Ternyata kandang kambingnya terdapat sebuah lubang

    黔驴技穷

    “黔” (Qián) adalah julukan Provinsi Guizhou. Zaman dahulu, provinsi ini tidak ada keledai. Satu hari ada orang mengirimkan seekor keledai dan melepaskannya di hutan belantara.

    画蛇添足

    Pada zaman dahulu, sekawanan pemuda mendapat hadiah sekendi arak, mereka sangat ingin meminumnya. Untuk memutuskan siapa yang berhak meminumnya, seorang pemuda mengusulkan setiap orang

    不耻下问

    Kong Yu adalah seorang pejabat kerajaan pada masa Chunqiu. Dia sangat senang belajar. Demi menggali ilmu, dia tidak mempedulikan kedudukannya yang tinggi, seringkali belajar dari orang-orang yang jabatannya di bawah dia.

    闻鸡起舞

    Pada zaman dahulu, ada seorang anak muda bernama Zu Ti. Dia sangat rajin belajar, baik belajar ilmu pengetahuan maupun ilmu bela diri. Dia memiliki impian menjadi seorang yang berkontribusi membela tanah air di kemudian hari.

    三人成虎

    Pada zaman dahulu, ada seorang pejabat kerajaan bernama Pang Gong. Suatu hari, raja mengutusnya pergi berdinas ke suatu tempat yang sangat jauh. Menjelang keberangkatannya, Pang Gong berkata kepada sang raja: ”Baginda, jika ada seorang berkata sekarang ada seekor harimau di kota, apakah Baginda pe

    拔苗助长

    Menurut legenda, dahulu kala ada seorang petani yang tidak memiliki kesabaran dalam hidupnya. Suatu hari, dia merasa semai padi di sawahnya tidak setinggi dengan semai padi di sawah orang lain sehingga ia merasa panik setiap hari. Dalam kepanikan yang luar biasa ini, maka setiap hari dia turun ke sa

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2020 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)