刻舟求剑
Menoreh Sisi Perahu Menyelamatkan Pedang


Pada zaman negera-negara berperang, ada seorang dari negara Chu naik perahu menyeberangi sungai. Pada saat perahu sampai di pertengahan, karena ketidakwaspadaan sehingga pedang pusaka yang dibawanya jatuh ke dalam sungai. Dia bergegas mengangkap pedangnya, tetapi apa daya tangannya kurang cepat.
Penumpang lain merasa simpati kepadanya, tetapi orang Chu ini sudah mempunyai rencana sendiri. Dia segera mengeluarkan sebuah belati dan mulai menoreh sisi perahu sambil berkata kepada para penumpang: ”Ini adalah tempat jatuhnya pedangku, aku harus membuat sebuah tanda.”
Orang-orang tidak mempedulikannya, apalagi bertanya kepadanya.
Saat perahu bersandar ke tepi, orang Chu ini segera turun ke air mengikuti tanda yang sudah dibuat untuk mencari pedangnya yang jatuh. Lama sekali dia mencari tetapi tidak menemukan apa-apa. Dia merasa sangat aneh dan mulai berbicara sendiri: ”Pedangku jatuh dari sini, aku juga sudah membuat tanda, kenapa tidak dapat ditemukan?”
Melihat kejadian ini, orang-orang di atas perahu tertawa terbahak-bahak. Ada yang berkata kepadanya: ”Perahu dari tadi bergerak, sedangkan pedangmu sudah tenggelam, bagaimana kamu bisa menemukannya?”
Idiom ini digunakan untuk menggambarkan orang yang mengambil tindakan tanpa memperhatikan situasi yang berubah-ubah.
刻舟求剑 dibaca ”kè zhōu qiú jiàn
Contoh kalimat:
1 处理事情本来就要考虑各种情况,然后提出最适当的因应措施,决不能刻舟求剑
2 信息时代情况在不断发生变化,我们不能用刻舟求剑的方法来解决新问题。
3 他本来思想就僵化,会干出像刻舟求剑般的蠢事来也不意外。
Dibaca 1080x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2021 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)