Sejarah Perkembangan Aksara Tionghoa (1)
Aksara adalah sistem lambang grafis yang digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Aksara banyak dipakai untuk mencatat jejak sejarah perkembangan dan pencapaian budaya suatu bangsa, oleh karena itu aksara juga disebut sebagai alat pencatat dan penyebaran budaya. Dengan adanya aksara, maka semua hasil karya penemuan dan kebijaksanaan leluhur dapat diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagaimana dengan Aksara Tionghoa?
Sejarah perkembangan Aksara Tionghoa melalui tahapan yang sangat panjang. Dalam catatan sejarah, setidaknya terdapat tiga teori tentang sejarah penciptaan Aksara Tionghoa, yaitu:
1 Penciptaan Aksara Tionghoa oleh Fu Xi (伏羲), dikarenakan Fu Xi adalah penemu Delapan Diagram(八卦) sehingga para pakar beranggapan bahwa Aksara Mandarin tercipta dari perubahan simbol-simbol dalam Delapan Diagram. Teori ini dibantah oleh para ahli sejarah karena Delapan Diagram hanya sebuah simbol informasi dan arti yang terkandung di dalamnya masih belum terlalu jelas.
2 Penciptaan Aksara Tionghoa oleh Shen Nong (神农), yang mengajarkan masyarakat untuk mencatat suatu peristiwa dengan cara membuat simpul pada tali (结绳记事). Para ahli tidak begitu sependapat dengan teori ini dan mereka beranggapan bahwa simpul hanyalah sebuah cara untuk mencatat sesuatu hal di mana rata-rata masyarakat purba mengunakan cara demikian untuk menyampaikan pesan, dan tidak mungkin berubah menjadi aksara sampai sekarang.
3 Penciptaan Aksara Tionghoa oleh Cang Jie (仓颉), seorang menteri dari Kaisar Huang Di (黄帝). Dalam tradisi yang berkembang turun-temurun disebutkan bahwa Cang Jie menciptakan Aksara Tionghoa sekitar abad ke 3 SM. Namun menurut Sima Qian (司马迁) dan Ban Gu (班固), dua pakar sejarah dari Dinasti Han menyatakan bahwa Cang Jie adalah menteri bidang sejarah dari Kaisar Kuning, oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa Cang Jie adalah seseorang yang hidup sekitar 4000 tahun silam –tepatnya pada masyarakat patrilineal awal. Menurut catatan kuno, Cang Jie adalah seorang yang memiliki empat mata, memiliki kemampuan dewata, yang mampu mengamati pergerakan bintang di jagat raya, dan mampu menyelidiki bentuk garis dari tempurung kura-kura serta jejak kaki unggas, serta mengambil dan mengumpulkan semua yang indah untuk digabungkan menjadi aksara.
Benarkah Aksara Tionghoa diciptaan oleh Cang Jie?
Dilihat dari sejarah perkembangan manusia, dan ditinjau dari hasil dan taraf kebudayaan dan produksi manusia zaman purba yang rendah, andaikata hanya seorang saja yang menciptakan sebuah tulisan adalah sesuatu hal yang sangat tidak masuk akal, tetapi jika dilihat dari proses terciptanya sebuah aksara, hal ini tentu memerlukan waktu yang sangat panjang dan tak seorang pun mampu melewati proses demikian. Oleh karena itu, benar tidaknya teori penciptaan Aksara Tionghoa oleh Cang Jie masih diragukan kebenarannya.
Dibaca 1635x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2021 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)