Sejarah Perkembangan Aksara Tionghoa (2)
Perkembangan Aksara Tionghoa dalam perkembangannya hingga hari ini tentu melewati fase-fase yang sangat panjang. Lantas bagaimana proses perkembangannya?
1 Aksara Jiaguwen (甲骨文)
Aksara Jiaguwen disepakati olah para arkeolog sebagai aksara paling awal di Tiongkok. Menurut catatan sejarah, Jiaguwen ditemukan oleh seorang ahli logam dan batu prasasti kuno dari Dinasti Qing, yang bernama Wang Yirong (王懿荣 ) di Desa Xiaotun (小屯), kota Anyang (安阳), Provinsi Henan (河南). Aksara Jiaguwen adalah tulisan yang dipahat pada bagian perut tempurung kura-kura (龟甲)dan tulang-belulang binatang khususnya tulang sapi (骨头).

Sebelum ditemukan oleh Wang Yirong, masyarakat sekitar lokasi penemuan menganggap Aksara Jiaguwen sebagai ”Tulang Naga”, sejenis obat dalam Ramuan Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM). Setelah ditemukan oleh Wang Yirong, dia menganggap tulang-tulang tersebut adalah peninggalan aksara kuno dengan gaya menulis yang berbentuk pahatan. Namun sangat disayangkan, pada tahun kedua masa penelitiannya, Beijing diduduki oleh Aliansi Delapan Negara (八国联军), sehingga Wang Yirong wafat dalam perang tersebut.
Pada tahun 1910, seorang cendekiawan bernama Luo Zhenyu (罗振玉), menyatakan bahwa Desa Xiatun adalah situs kota peninggalan Dinasti Shang, yang disebut Yin Xu (殷墟) yaitu runtuhan dari Dinasti Shang sehingga aksara yang digunakan pada masa itu disebut ”Yin Xu Jiaguwen” (殷墟甲骨文) . Dalam perkembangan berikutnya, Aksara Jiaguwen yang ditemukan mencapai ratusan ribu keping. Dari kepingan-kepingan tersebut, totalnya terdapat 4500 aksara, namun hanya 1700 aksara yang sudah dapat diidentifikasi dan dikenali.
2 Aksara Jinwen (金文)

Aksara Jinwen juga disebut Aksara Zhongdingwen (钟鼎文)karena aksara ini dipahat pada bejana berkaki dua dan bertelinga tiga. Aksara Jinwen adalah aksara yang dipahat di atas benda-benda dari logam pada akhir Dinasti Shang dan masa Dinasti Zhou. Aksara Jinwen pada Dinasti Shang pada dasarnya memiliki kemiripan dengan Aksara Jiaguwen, sedangkan Aksara Jinwen pada Dinasti Zhou terdapat penyederhanaan pemahatannya sehingga stuktur aksaranya terlihat sangat rapi.
3 Aksara Zhuanshu (篆书)

Aksara Zhuanshu dibagi menjadi dua jenis, yaitu Aksara Dazhuan (大篆) dan Aksara Xiaozhuan (小篆) yang banyak dipakai pada masa Negara-negara Berperang (战国时代) hingga Kaisar Qin Shihuang (秦始皇) menyatukan semua negara pecahan Tiongkok. Aksara ini begitu populer pada masa Dinasti Qin sehingga disebut Aksara Qinzhuan (秦篆). Aksara Xiaozhuan banyak ditemukan dalam peninggalan sejarah prasasti, sedangkan Aksara Dazhuan hanya dapat ditemukan dalam bentuk prasasti di atas batu yang berpemukaan datar seperti Shiguwen (石鼓文).
4 Aksara Lishu (隶书)
Aksara Lishu merupakan perkembangan lanjutan dari Aksara Zhuanshu. Berdasarkan catatan sejarah, aksara ini dipakai pada masa Negara-negara Berperang, dan menjadi sangat populer pada masa Dinasti Han Timur (东汉).
5 Aksara Xingshu (行书)
Aksara Xingshu terbagi atas Aksara Xingkai (行楷)dan Aksara Xingcao (行草). Konon model aksara ini diciptakan oleh Liu Desheng (刘德升) pada masa pertengahan Dinasti Han Timur. Sejak Dinasti Jin (晋朝), banyak ahli kaligrafi menggunakan aksara model ini dalam menulis, satu di antaranya adalah Wang Xizhi (王羲之). Aksara Xingshu merupakan model aksara yang digunakan sampai sekarang.
6 Aksara Kaishu (楷书)

Aksara Kaishu juga disebut Aksara Jinli (今隶), Aksara Zhenshu (真书), Aksara Zhengkai (正楷), Aksara Kaiti (楷体) atau Aksara Zhengshu (正书), adalah aksara yang paling banyak digunakan dalam menulis kaligrafi. Aksara model ini juga merupakan model aksara yang digunakan sampai sekarang.
Demikian sejarah perkembangan Aksara Tionghoa dari sejak pertama kali digunakan hingga sekarang.
Dibaca 2546x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2021 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)