Tahukah Anda, Apa itu “KAKI LIMA”?

Tahukah Anda,
Apa itu “KAKI LIMA”?
Pada awal abad ke-19, bangunan berbentuk ruko di Singapura mulai menjamur di sisi jalan. Kebanyakan ruko itu terdiri dari 2 atau 3 lantai, lantai bawah untuk pertokoan dan lantai atas sebagai tempat tinggal. Bagian depan ruko yang menghadap jalan terdapat koridor panjang yang bisa dilalui orang yang berlalu-lalang.
Koridor ini memiliki banyak fungsi, pertama dikarenakan Singapura terletak di sekitar garis khatulistiwa dan beriklim tropis, sehingga waktu hujan dan langit cerah pun tidak menentu. Koridor ini berguna untuk memberikan naungan kepada pejalan kaki supaya tidak terkena terik matahari serta terlindungi dari hujan. Kedua, koridor juga berfungsi melindungi keselamatan pejalan kaki. Dengan adanya koridor, pejalan kaki tidak perlu lagi berjalan di jalanan yang banyak dilalui kendaraan, sehingga dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan.
Pada tahun 1822, Sir Stamford Raffles menetapkan peraturan untuk semua bangunan ruko harus dibangun berderet, dan menyediakan koridornya tidak kurang dari 5 foot (1 foot kira-kira 0.305 meter) pada bagian depan ruko dan tidak boleh ada penghalang antarmereka. Koridor selebar 5 foot ini dikenal sebagai “five-foot-way”. Istilah ini kemudian dikenal sebagai “jalan kaki lima” dalam bahasa Melayu. “Kaki Lima” selanjutnya oleh orang Hokkian disebut “go ka ki”, dan orang Hakka menyebutnya “ng ka khi”. Awal-awal di jalan kaki lima, gampang ditemukan tukang sol, juru tulis, alih nujum serta orang berdagang makanan. Orang-orang yang berjualan di sepanjang jalan kaki lima ini disebut pedagang kaki lima, walaupun selanjutnya mereka berjualan di lokasi lain seperti trotoar, depan sekolah, samping lokasi parkir dan tempat lainnya.

Bangunan bernuansa kaki lima ini kemudian menjadi ciri khas bangunan tradisional Singapura, serta negara-negara yang berada di Nanyang(laut selatan), seperti: Indonesia dan Malaysia.
Lalu, Bagaimana Transliterasi dalam Bahasa Mandarin?
Salah satu cara transliterasi bahasa Mandarin dalam menyerap bahasa serapan adalah mengombinasikan bunyi pelafalan dengan morfem yang mewakili makna(音译+表义语素). Misalnya:
1. 比萨饼(bǐsàbǐng:pizza), diambil dari bunyi pelafalan “pizza”(比萨)dan ditambahkan morfem makna “makanan berbentuk kue”(饼).
2. 迷你裙(mínǐqún:rok mini), diambil dari bunyi pelafalan “mini”(迷你)dan ditambahkan morfem makna “rok”(裙).
3. 摩托车(mótuōchē:sepeda motor), diambil dari bunyi pelafalan “motor”(摩托)dan ditambahkan morfem makna “kendaraan”(车).
4. 芭蕾舞(bālěiwǔ:balet), diambil dari bunyi pelafalan “ballet”(芭蕾)dan ditambahkan morfem makna “tarian”(舞).
5. 五脚基(wǔjiǎojī:kaki lima), diambil dari bunyi pelafalan “go ka ki”(五脚)dan ditambahkan morfem makna “pondasi/ dasar”(基).
Demikianlah makna dari kaki lima, serta bagaimana ia dialibahasakan ke dalam bahasa Mandarin.
. Oleh: Zhangdong
Ilustrasi Gambar: Google Images
Dibaca 810x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2024 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)