鹬蚌相争
Burung Berkik Berkelahi dengan Kerang


Suatu hari, Su Dai dari Negera Yan pergi berunding dengan Negara Zhao. Dalam perjalanan melintasi tepi sungai, ia melihat seekor kerang sedang berjemur sambil membuka kulitnya. Tiba-tiba, seekor burung menyambar dan menjulurkan paruhnya mematuk daging kerang tersebut. Mendapat serangan mendadak, kerang segera menutup kulitnya sekuat tenaga dan membuat burung tersebut tidak dapat melepaskan paruhnya.
Dalam kondisi ini, burung berkata kepada kerang: ”Tidak masalah. Hanya hari ini dan besok tidak turun hujan, maka kamu akan mati terjemur. Aku akan memakanmu setelah kamu mati nanti.”
Kerang pun tidak mau kalah, dan ia berkata kepada burung: ”Tidak masalah. Hanya paruhmu tidak dapat dilepaskan hari ini ataupun besok, kamu juga tidak akan bisa hidup lagi. Siapa yang makan daging siapa, masih belum bisa ditentukan.”
Mereka kemudian mulai bertengkar tiada habisnya tanpa ada yang mau mengalah.
Dalam situasi ini, melintaslah seorang nelayan dan melihatnya. Tanpa ragu-ragu, nelayan itu pun mengambil keduanya sambil berlalu.
Idiom ini menggambarkan kondisi di mana terjadi pertikaian antara kedua belah pihak, namun yang mendapat untung adalah pihak yang ketiga. Ibarat dua ekor anjing berantam memperebutkan tulang, namun anjing ketiga yang memakannya.
鹬蚌相争 dibaca ”yù bàng xiāng zhēng”
Contoh kalimat:
1 由于兄弟鹬蚌相争,互不相让,结果造成家族企业遭人併购的结局。
2 鹬蚌相争的结果,必然两败俱伤,与其让人坐收渔利,我们还是各退一步吧!
3 在日常生活中总是有很多这样的故事,为了利益两方面鹬蚌相争,结果最后却被第三方拿走了好处。
Dibaca 935x
BERBAGI ARTIKEL INI...

Cuaca saat ini

JAKARTA DKI Jakarta

Rumah Mandarin © 2018-2022 Hak Cipta Dilindungi oleh Undang-undang
This web developed by Benny Lo (羅強基)